Megiza Soeharto Asmail
11 Agustus 2018•Update: 12 Agustus 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Dua petugas polisi tewas dalam aksi penembakan brutal di provinsi New Brunswick, Kanada, Jumat.
Para petugas, yang diidentifikasi sebagai ibu tiga anak dan ayah empat anak itu ditembak dan dibunuh sekitar pukul tujuh pagi ketika mereka menanggapi panggilan di sebuah lingkungan di Fredericton, sebuah kota berpenduduk sekitar 60ribu jiwa yang juga merupakan ibu kota New Brunswick.
Dua korban lainnya - seorang pria dan seorang wanita - telah tergeletak di tanah ketika para petugas itu tiba. Sampai saat ini, nama-nama mereka belum dirilis.
Setelah satuan polisi setempat berdatangan ke tempat kejadian perkara, seorang pria berusia 48 tahun ditangkap di sebuah kompleks apartemen. Dia kini dirawat di rumah sakit karena menderita luka serius.
Perdana Menteri Justin Trudeau menyampaikan duka cita penuh hormat kepada para petugas yang terbunuh. Dua petugas itu diketahui bernama Lawrence Rob Costello, 45, seorang veteran 20 tahun dari Fredericton Police Force, dan Sarah May Burns, 43, yang telah bertugas di kepolisian setempat selama dua tahun.
"Mereka tidak berpikir dua kali tentang apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga agar warga Kanada mereka tetap aman," kata Trudeau.
“Mereka gigih dalam tugas mereka. Kami tidak akan melupakan dua petugas yang gugur, yang pengorbanannya tidak diragukan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah tragedi yang lebih besar. Tidak ada sikap yang lebih baik daripada menempatkan diri dalam bahaya untuk melindungi kehidupan orang lain," ujar Trudeau.
HIngga kini, polisi belum menemukan motif dalam aksi penembakan ini.
"Ketika penyelidikan berlangsung, [polisi] akan menentukan dengan tepat apa yang terjadi dan bagaimana itu terjadi dan mengapa itu terjadi," kata Menteri Keamanan Publik Ralph Goodale kepada wartawan.