Astudestra Ajengrastrı
07 April 2018•Update: 08 April 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Mantan pemimpin Catalan Carles Puigdemont dibebaskan dari penjara pada Jumat setelah pengadilan regional Jerman memutuskan pembebasan bersyaratnya, sambil menunggu keputusan ekstradisi dari Spanyol.
Saat berbicara kepada wartawan setelah bebas dari penjara di Neumunster, Puigdemont meminta solusi politik untuk meredakan ketegangan antara Spanyol dan pemerintahan regional Catalonia.
"Saatnya melakukan dialog," kata dia, meminta supaya dialog politik dihidupkan kembali antara Madrid dan pemerintahan Catalan.
"Tak ada alasan pemerintah Spanyol menolak dialog politik dengan pemimpin Catalan untuk menemukan solusi politik atas permintaan-permintaan kami," imbuh dia.
Puigdemont juga meminta agar rekan-rekan separtainya yang masih dipenjara di Spanyol untuk dibebaskan.
"Memalukan bagi Eropa untuk memiliki tahanan politik," ujar dia.
Pemimpin gerakan separatis ini diringkus pada 25 Maret di Jerman utara, setelah pemerintah Spanyol mengaktifkan kembali surat perintah penangkapan Eropa atas Puigdemont dengan tuduhan hasutan, pemberontakan dan penyalahgunaan dana publik.
Pengadilan Tinggi Wilayah di negara bagian utara Schleswig-Holstein memutuskan pada hari Kamis bahwa permintaan ekstradisi Spanyol berdasarkan tuduhan "korupsi" dapat diterima, dan mengatakan akan mencari informasi lebih lanjut tentang tuduhan-tuduhan lainnya.
Namun pengadilan mengesampingkan permintaan ekstradisi Puigdemont berdasarkan tuduhan "pemberontakan", menyoroti bahwa tuduhan itu tidak kompatibel dengan hukum Jerman.
Pengadilan memerintahkan pembebasan mantan pemimpin Catalan ini dengan jaminan sebesar EUR75.000 (USD91.786).
Politisi 55 tahun ini memimpin sidang parlemen tahun lalu yang mendorong anggota parlemen separatis supaya Catalonia menyatakan kemerdekaan dari Spanyol.
Oleh pemerintah Spanyol, dia dan 12 pemimpin separatis lainnya secara resmi dituduh melakukan pemberontakan.
Sejak Oktober, Puigdemont tinggal di Belgia.