08 September 2017•Update: 10 September 2017
Sami Anwar Rashad Ahmed dan Gulsen Topcu
ISTANBUL
Empat negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar mengeluarkan pernyataan bersama terkait krisis Teluk, Jumat.
Pernyataan ini dibuat oleh Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir sebagaimana dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
Mereka mengatakan dialog apapun dengan Qatar harus dilakukan tanpa syarat, mengacu pada ucapan Emir Kuwait Jaber al-Ahmad al-Sabah saat konferensi pers dengan Donald Trump.
Emir Kuwait mengatakan Qatar siap bernegosiasi atas 13 tuntutan yang diajukan blok pimpinan Saudi. Namun, Qatar tidak akan berdialog selama embargo belum dicabut.
Ia juga sependapat dengan Presiden Trump bahwa satu-satunya cara mengakhiri krisis adalah menghentikan dukungan terhadap terorisme.
Konflik antara negara Arab ini dimulai pada 5 Juni ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, yang dituduh mendukung terorisme di kawasan.
Pemerintahan Qatar membantah segala tuduhan tersebut dan menyebut blokade sebagai pelanggaran hukum internasional.
Kuwait telah memainkan peran sentral guna mengakhiri krisis dan mengirimkan sejumlah utusan tingkat tinggi untuk menyampaikan pesan antara Qatar dan negara-negara yang memboikotnya.
Blok pimpinan Saudi telah mengajukan 13 tuntutan agar hubungan bisa kembali normal.
Dalam seruan bersama dengan Raja Salman minggu lalu, Trump mendesak semua pihak mencari solusi.
Tak lama setelah krisis meletus pada bulan Juni, Trump mengarahkan jarinya ke Qatar sebagai pendana terorisme, yang secara terbuka mendukung Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya guna mengisolasi negara Teluk tersebut.