Muhammad Abdullah Azzam
07 Mei 2020•Update: 08 Mei 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI, Libya
Setidaknya enam warga sipil tewas setelah milisi pro-jenderal Khalifa Haftar membombardir ibu kota Libya, Tripoli pada Rabu, ungkap seorang pejabat pemerintah Libya.
Amin al-Hashimi, penasihat media untuk Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa 19 warga sipil lainnya, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan itu.
Roket-roket menghantam daerah jalanan pantai di wilayah Tajura, dan jalan tersebut adalah satu-satunya jalan yang menghubungkan Tripoli dengan daerah sekitarnya di timur.
Pasukan Haftar melancarkan serangan terhadap pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat persetujuan PBB dan internasional.