Muhammad Abdullah Azzam
07 Mei 2020•Update: 08 Mei 2020
Mohamed Abu Don
GAZA, Palestina
Faksi-faksi Palestina pada Rabu meminta masyarakat Arab untuk memerangi kampanye yang bertujuan untuk menormalkan hubungan dengan Israel.
"Mereka yang berkampanye untuk normalisasi hanya sebagian kecil, bukan mewakili negara Arab; mereka berafiliasi dengan partai internasional seperti AS," kata Hani al-Thawabta dari Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) saat konferensi pers di Gaza.
Dia menggambarkan acara saluran TV Arab yang mempromosikan normalisasi dengan Israel sebagai "kejahatan melawan pikiran Arab".
Pemimpin PFLP mengacu pada serial TV Exit 7 dan Umm Haroun, yang ditayangkan oleh Pusat Penyiaran Timur Tengah (MBC) yang berbasis di Dubai, yang telah mengundang kemarahan warga Palestina.
"Tanggung jawab etika, nasional, dan kemanusiaan menuntut semua orang yang bebas dan terhormat untuk menolak semua bentuk normalisasi," kata al-Thawabta.
Tidak seperti Yordania dan Mesir, yang keduanya menandatangani perjanjian damai dengan Israel (masing-masing pada 1979 dan 1994), negara-negara Arab lainnya secara resmi menyangkal memiliki hubungan dengan Israel, yang dalam beberapa dekade secara ilegal menduduki wilayah Palestina.