Aysu Bicer, Ali Murat Alhas
ANKARA
Presiden Turki pada Senin mengatakan pihaknya bertekad menjadikan negara itu sebagai pusat bagi investor domestik dan internasional dengan menawarkan risiko rendah, kepercayaan tinggi, dan pendapatan yang memuaskan.
"Dalam periode mendatang, kami akan lebih meningkatkan kualitas lingkungan investasi dengan reformasi tambahan di bidang ini," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada pertemuan puncak Asosiasi Investor Internasional (YASED) yang diadakan secara virtual.
Erdogan mengatakan dalam hal ini pemerintah telah meluncurkan reformasi baru yang inklusif dalam hukum, demokrasi dan ekonomi.
"Negara kami akan dapat mencapai target 2023 dengan dukungan dari 83 juta warga kami," tutur dia, seraya menambahkan bahwa mereka terbuka untuk kritikan yang membangun dan ide-ide inovatif.
Memperhatikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang kuat yang dicapai pada kuartal ketiga, dia menekankan ini adalah bukti keberhasilan masa pemulihan negara itu dari pandemi.
Presiden Erdogan menambahkan, ekonomi Turki tumbuh dengan sukses, tidak seperti negara lain yang mengalami resesi.
"Kami adalah salah satu dari sedikit negara yang meningkatkan investasi mereka pada saat investasi langsung menurun di seluruh dunia. Pada 2018, ketika investasi langsung global menurun sebesar 12 persen, investasi langsung di negara kami meningkat sebesar 17,3 persen dan melebihi USD13 miliar, " ujar Erdogan.
Investasi langsung senilai USD220 miliar di Turki sejak 2002 mewakili kepercayaan para pengusaha internasional, imbuh Erdogan.
- Penanaman Modal Asing
Turki menempati urutan ke-13 di dunia dan ke-7 di wilayah OECD dalam hal penarik daya beli, kata Erdogan.
Dalam dua tahun terakhir saja, Turki telah membuat kemajuan dari 27 peringkat dalam peringkat Indeks Kemudahan Berbisnis 2020 dari Bank Dunia, tutur dia.
Erdogan juga mengundang para investor dari seluruh dunia untuk datang dan lihat keramahan Turki.
Dia juga menambahkan bahwa Turki menawarkan keuntungan yang signifikan, terutama bagi investor internasional yang mencari alternatif jaringan manufaktur di Asia.
Dia mengatakan dalam 18 tahun pemerintahannya, Turki tidak pernah memperlakukan investor internasional sebagai 'orang asing'.
Fasilitas yang disediakan pemerintah seperti untuk rakyatnya sendiri, begitu juga hal yang sama akan diberikan kepada seluruh pengusaha internasional yang berinvestasi di Turki, tambah dia.
"Dari industri pertahanan dan ekonomi digital hingga kesehatan dan makanan, kami mendorong investasi yang akan menambah nilai tinggi dan memimpin transformasi teknologi Turki," ujar dia.
Berbicara di acara tersebut, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay juga mengatakan wabah virus korona telah memengaruhi sistem sosial, keamanan, kesehatan, dan ekonomi di seluruh dunia, tetapi juga menawarkan peluang di sektor keuangan.
Oktay mengatakan Turki menawarkan peluang besar kepada investor asing di tengah pandemi yang sedang berlangsung karena tenaga kerja yang berkualitas dan jaringan transportasi terbaik.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Turki memiliki lokasi geografis yang signifikan, menjembatani Eropa dan Asia, dan Turki dapat menjangkau sekitar 1,7 miliar orang dalam radius penerbangan 4 jam, menjadikannya pemain kunci dalam investasi global.
news_share_descriptionsubscription_contact
