Maria Elisa Hospita
16 Maret 2018•Update: 17 Maret 2018
Ilkay Guder
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis berdiskusi soal hubungan bilateral, Turki - Uni Eropa (UE), sekaligus permasalahan regional, lewat sambungan telepon.
Menurut sumber dari kantor kepresidenan, Erdogan menyampaikan selamat pada Merkel yang terpilih sebagai kanselir Jerman untuk keempat kalinya.
Kedua pimpinan negara juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk meningkatkan dialog dan kerja sama.
Mereka bertekad untuk bekerja sama memerangi masalah terorisme, migrasi ilegal, dan pengungsi
Erdogan dan Merkel menekankan pentingnya konferensi puncak Turki - UE yang akan digelar pada 26 Maret di Varna, Bulgaria.
Menurut seorang pejabat senior UE, konferensi puncak tersebut akan membahas tentang hubungan Turki - UE dan masalah regional dan internasional, di antaranya kebijakan luar negeri, keamanan, perang melawan terorisme, kawasan Timur Tengah dan Afrika, serta Rusia.
Erdogan juga berbagi informasi soal perkembangan terbaru Operasi Ranting Zaitun.
Pada 20 Januari, Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun untuk mengusir teroris YPG/PKK-Daesh dari Afrin.
Menurut Staf Militer Turki, operasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, sekaligus melindungi penduduk Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Miiter Turki menegaskan bahwa teroris merupakan sasaran satu-satunya operasi itu dan keselamatan warga menjadi prioritas utamanya.