Jeyhun Aliyev
ANKARA
Turki siap melakukan "agenda positif" dengan Uni Eropa (UE) guna membantu untuk memulihkan hubungan dengan blok tersebut, kata presiden Turki pada Selasa.
Bertemu dengan duta besar dari negara-negara anggota Uni Eropa, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya berharap para dubes mendukung "pembukaan halaman baru" dalam hubungan Turki-Uni Eropa.
"Ini ada di tangan kami untuk berhasil mengubah hubungan UE-Turki pada 2021," kata dia dalam pertemuan resmi di Istana Cankaya di ibu kota Ankara.
"Selama proses keanggotaan hampir 60 tahun negara kami adalah pilihan strategis, penerimaan Uni Eropa atas negara kami untuk keanggotaan penuh juga akan menjadi pilihan ontologis untuk masa depan mereka,” tutur dia.
Meski Turki pertama kali mencari keanggotaan di UE beberapa dekade yang lalu, baru pada tahun 2005 Turki secara resmi menjadi kandidat untuk keanggotaan penuh, dan dalam beberapa tahun terakhir ini proses aksesi terhenti.
Erdogan menyoroti bahwa 2020 bukanlah tahun yang mudah bagi hubungan Turki-UE, dia menambahkan bahwa beberapa negara anggota UE ingin menyelesaikan masalah bilateral dengan Turki di ranah UE.
"Agenda Turki-UE telah disalahgunakan dengan bersembunyi di balik dalih persatuan dan solidaritas," tutur dia.
Para pejabat Turki mengkritik upaya Yunani untuk mengubah masalah bilateral menjadi masalah antara Turki dan UE, mereka menekankan kesediaan Ankara untuk duduk di meja perundingan dengan Athena untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog.
Erdogan juga menegaskan kembali Uni Eropa perlu mengatasi ancaman prasangka anti-Muslim di wilayah mereka.
"Selain mengancam keamanan hampir 6 juta orang yang tinggal di Eropa, Islamofobia berubah menjadi lubang hitam besar dalam nilai-nilai Eropa," ujar dia.
Pertemuan tersebut digelar menyusul pertemuan serupa pada Selasa antara Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dengan duta besar Uni Eropa.
Setelah setahun pasang surut, otoritas Turki mengatakan mereka mengharapkan kemajuan dalam hubungan dengan UE tahun ini, dan mengharapkan blok tersebut mengambil langkah yang jelas menuju tujuan ini.
Mediterania Timur
Erdogan juga menyerukan transformasi di Mediterania Timur dari "area persaingan" menjadi "wadah kerja sama" untuk melayani kepentingan jangka panjang kawasan itu.
Dia mengatakan bahwa Turki telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keamanan pasokan energi Eropa dengan proyek energinya.
"Kami tidak menuntut apa pun yang bukan hak kami di Mediterania Timur. Kami berusaha melindungi kepentingan sah negara kami dan bangsa kami terkait sumber daya hidrokarbon di wilayah tersebut," imbuh dia.
Dia juga mempertanyakan peran UE dalam membantu menyelesaikan masalah Siprus, merujuk pada kurangnya hubungan blok tersebut baru-baru ini dengan pihak Siprus Turki.
Alih-alih terjebak pada "model yang gagal" untuk masalah Siprus, kita perlu membahas alternatif baru dan realistis, tekan dia.
Turki baru-baru ini menekankan bahwa upaya untuk solusi "federal" untuk pulau Siprus yang terpecah telah terbukti sia-sia, dan setiap pembicaraan di masa depan harus berfokus pada dua negara berdaulat yang terpisah di pulau itu.
Seperti yang diumumkan pada Senin, setelah lima tahun absen, Yunani dan Turki pada 25 Januari akan melanjutkan pembicaraan eksplorasi di Istanbul di tengah ketegangan di Mediterania Timur.
Masalah hak energi dan batas maritim akan mendominasi topik pembicaraan tersebut.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, menolak klaim batas maritim Yunani dan Siprus Yunani di wilayah tersebut, dan menekankan bahwa klaim yang berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara tahun lalu mengirim beberapa kapal bor untuk mengeksplorasi energi di Mediterania Timur, menegaskan haknya sendiri di wilayah tersebut, serta hak milik Republik Turki Siprus Utara.
Para pemimpin Turki berulang kali menekankan bahwa Ankara mendukung penyelesaian semua masalah yang luar biasa di kawasan itu melalui hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, dialog, dan negosiasi.
news_share_descriptionsubscription_contact



