Aysu Biçer
08 Agustus 2026•Update: 08 Agustus 2026
Inggris diperkirakan akan kembali mengalami gelombang panas pada pekan depan, dengan suhu udara diprediksi mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah wilayah Inggris tenggara.
Prakirawan cuaca menyebut suhu akan meningkat secara bertahap selama akhir pekan sebelum melonjak lebih tajam mulai Selasa. Kondisi terpanas diperkirakan terjadi pada Rabu dan Kamis, dengan wilayah timur dan tenggara Inggris menjadi daerah yang mencatat suhu tertinggi.
Badan Meteorologi Inggris (Met Office) pada Jumat (7/8) menyatakan sebagian besar wilayah Inggris dan Wales kemungkinan memenuhi kriteria resmi gelombang panas. Sementara itu, cuaca yang tidak biasa panas juga diperkirakan meluas ke beberapa wilayah Skotlandia dan Irlandia Utara.
Wakil Kepala Prakirawan Met Office, Mike Silverstone, mengatakan sistem tekanan tinggi yang bergerak ke timur Inggris akan membawa massa udara panas ke arah utara sehingga memicu kondisi cuaca panas dan semakin lembap di berbagai wilayah.
Suhu diperkirakan mencapai sekitar 27 derajat Celsius pada Jumat, meningkat menjadi 29 hingga 30 derajat Celsius pada Sabtu, lalu melampaui 30 derajat Celsius di sebagian besar wilayah selatan Inggris pada Minggu.
Setelah sedikit menurun pada Senin, suhu diperkirakan kembali meningkat tajam. Pada Rabu suhu diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius, sementara pada Kamis suhu hingga 36 derajat Celsius berpotensi terjadi di kawasan East Anglia dan Inggris tenggara.
Met Office juga memperingatkan bahwa gelombang panas tersebut akan disertai peningkatan kelembapan udara sehingga kondisi terasa lebih gerah, terutama pada malam hari.
Meski sebagian besar wilayah Inggris dan Wales diperkirakan tetap cerah dan kering, Skotlandia serta Irlandia Utara diprakirakan mengalami hujan pada akhir pekan, termasuk hujan lebat di beberapa daerah.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency/UKHSA) telah mengeluarkan peringatan kesehatan tingkat kuning untuk sejumlah wilayah Inggris. Peringatan itu menyebut suhu tinggi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Gelombang panas ini terjadi ketika sejumlah wilayah di Inggris masih menghadapi kondisi kekeringan yang parah. Environment Agency menyatakan negara itu telah mengalami tujuh pekan berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 10 milimeter, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa lebih banyak wilayah akan memasuki status kekeringan dalam beberapa hari mendatang.