Muhammad Abdullah Azzam
21 November 2019•Update: 21 November 2019
Sümeyye Özer
GAZA
Kelompok pembebasan Palestina, Hamas dan Gerakan Jihad Islam pada Rabu mengecam serangan Israel terhadap puluhan situs militer di Suriah milik Iran dan rezim Bashar al-Assad.
Dalam pernyataan gabungan, kedua gerakan perlawanan Palestina itu menyatakan sikap menentang terhadap serangan yang menargetkan negara Arab dan Muslim itu.
Pernyataan itu menekankan perlunya melawan serangan Israel dan Rencana AS untuk mengumumkan Perjanjian Abad Ini.
Tentara Israel hari ini mengumumkan bahwa pihaknya menghantam dengan pesawat tempur puluhan sasaran milik Pasukan Quds, pasukan khusus dari Pengawal Revolusi Iran serta militer Suriah di berbagai bagian Suriah.
Pesawat-pesawat tempur Israel meluncurkan serangan udara terhadap sasaran militer Angkatan Bersenjata Suriah dan Pasukan Quds Iran, termasuk rudal darat-ke-udara, markas besar, pangkalan senjata dan militer, kata juru bicara Angkatan Darat Israel Avichay Adraee dalam sebuah pernyataan di akun media sosialnya.
Sejak awal perang saudara di Suriah pada 2011, Israel telah melancarkan serangan terhadap pasukan Hizbullah yang didukung Iran dan militer Suriah, mengklaim bahwa roket telah ditembakkan terus menerus dari Suriah dan Dataran Tinggi Golan di wilayahnya.
Meski pemerintah Tel Aviv tidak mengakui telah melancarkan semua serangan ini, namun pemerintah Suriah dan Rusia bersikeras bahwa Israel berada di balik banyak serangan udara yang menghantam Suriah.
Israel tahun ini "secara mengejutkan" mulai mengakui secara terang-terangan telah melakukan serangan udara terhadap sasaran-sasaran Iran di Suriah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan sebelumnya, mengatakan bahwa beberapa serangan terhadap Suriah dilakukan oleh pihaknya.