Maria Elisa Hospita
21 November 2019•Update: 21 November 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Swedia resmi menghentikan penyidikan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh pendiri WikiLeaks, Julian Assange, pada Selasa.
"Pihak yang dirugikan telah memberikan keterangan yang kredibel," kata Wakil Ketua Jaksa Penuntut Eva-Marie Persson dalam siaran pers.
"Namun dari semua bukti yang ada, ternyata bukti-bukti itu tak cukup memadai, sehingga kami memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan," jelas dia.
Selain itu, alasan rentang waktu antara waktu kejadian dan proses hukum yang dilakukan terlampau jauh, yakni hingga sembilan tahun.
Pada 2017, investigasi itu sempat ditunda, tetapi kemudian kembali dibuka setelah Assange diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London dan ditahan.
Awal tahun ini, dia diseret keluar dari gedung kedutaan, tempat dia berlindung selama lebih dari tujuh tahun.
Assange harus menjalani sidang untuk kasus lainnya. Dia menghadapi 18 tuduhan setelah diduga meretas komputer pemerintah Amerika Serikat dan melakukan spionase.
Mulanya Assange dijadwalkan untuk dibebaskan pada 22 September, namun kemudian ditahan lebih lama karena dikhawatirkan akan melarikan diri.
Dia akan mendekam di penjara Inggris sampai sidang untuk kasus ekstradisinya dimulai pada Februari 2020.