Pizaro Gozali İdrus
15 Agustus 2018•Update: 15 Agustus 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Sejumlah pelajar Afghanistan akan mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia mulai September mendatang.
Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut pertemuan ulama Afghanistan dan Pakistan yang berlangsung Mei lalu di Bogor.
Beasiswa ini akan berada dalam koordinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Sekretariat Wakil Presiden.
“Siswa-siswa Afghanistan ini akan kita taruh di sekolah-sekolah dan universitas di Indonesia,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Muhyiddin Junaidi kepada Anadolu Agency di sela-sela perhelatan World Peace Forum di Jakarta, Selasa.
Muhyiddin mengatakan untuk tahap pertama, beasiswa diberikan kepada sekitar 100 pelajar Afghanistan. Namun, seiring waktu jumlah ini akan terus bertambah.
“Kita tambah secara bertahap,” jelas Muhyiddin.
Muhyiddin juga mengatakan Indonesia terus memantau kesepakatan ulama Afghanistan dan Pakistan yang telah berjalan selama tiga bulan.
Menurut dia, perwakilan kedua ulama sudah menemui titik temu, hingga kunci perdamaian kini berada di tangan Taliban sebagai organisasi dan pemerintah Afghanistan.
Menurut Muhyiddin, Taliban telah meminta sejumlah persyaratan sebelum berunding dengan pemerintah Afghanistan, di antaranya hengkangnya pasukan AS, berdirinya pemerintah berdasarkan syariat, dan dihapusnya Taliban dari daftar teroris.
Muhyidin mengakui tuntutan ini memang tidak mudah. Namun Indonesia optimis perdamaian antara Taliban dan Afghanistan bisa terwujud.
Mantan diplomat di Libya ini mengatakan Indonesia menargetkan perdamaian antara keduanya bisa terwujud dalam jangka waktu 8 bulan setelah pertemuan perwakilan kedua ulama di Bogor.
Namun, Indonesia juga siap menjadi fasilitator jika situasi di Afghanistan masih belum berubah.
“Di mana-mana peace treaty memang butuh proses,” kata Muhyiddin.