Merve Aydogan
15 Desember 2021•Update: 17 Desember 2021
ANKARA
Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengumumkan negaranya telah menghapus larangan perjalanan bagi 11 negara pada Rabu pagi.
"Semua pengujian (virus korona) saat ini tetap berlaku dan akan ditinjau kembali pada pekan pertama Januari," kata Shapps di Twitter.
"Seperti biasa, kami tetap meninjau semua langkah perjalanan kami dan kami mungkin memberlakukan pembatasan baru jika diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat," kata dia.
Sejumlah pembatasan baru diberlakukan pada akhir November setelah varian omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan Botswana.
Sebelas negara di Afrika Selatan ditempatkan pada daftar merah Inggris, yang berarti kedatangan dari negara-negara ini harus membayar biaya karantina di hotel.
Uni Eropa bersama dengan AS, Turki, Kanada, Jerman, Prancis, Jepang, Israel, India, Australia, Belanda, dan sejumlah negara lain turut memberlakukan pembatasan serupa.
Sejak itu, varian omicron juga telah muncul di sebagian besar negara tersebut.
Hingga saat ini Inggris telah melaporkan 3.137 kasus varian baru, sementara Perdana Menteri Boris Johnson pada Senin mengkonfirmasi kematian pertama pasien varian omicron.
Inggris telah mencatat lebih dari 10,8 juta kasus Covid-19, termasuk lebih dari 146.400 kematian sejak awal pandemi.