01 Mei 2018•Update: 02 Mei 2018
Zeynep Hilal Karyagdi
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran terus memperluas jangkauan rudal berkekuatan nuklir.
Netanyahu menilai Iran telah melanggar kesepakatan penting untuk meredam program nuklirnya.
Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu mengklaim dinas intelijen Israel telah memperoleh 55.000 halaman dokumen dari Iran.
Dokumen tersebut mengungkapkan bagaimana Teheran diduga kuat berbohong kepada dunia setelah menandatangani kesepakatan nuklir.
"Iran berbohong bahwa mereka tidak pernah memiliki program senjata nuklir, 100.000 file rahasia membuktikan bahwa mereka berbohong," kata dia, Senin.
Pernyataan Netanyahu menyusul pertemuan akhir pekan antara Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS yang baru saja dilantik, Mike Pompeo.
Presiden AS Donald Trump berencana mengumumkan apakah akan menarik diri dari kesepakatan pada 12 Mei.
Juli 2015, Uni Eropa dan kelompok negara P5 + 1 - Tiongkok, Jerman, Perancis, Rusia, dan AS - menandatangani Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dengan Teheran.
Kesepakatan itu menetapkan pencabutan sanksi anti-Iran secara bertahap dengan syarat Teheran harus membatasi program nuklirnya dan memungkinkan adanya pengawasan untuk memastikan program nuklir Iran untuk misi damai.
Israel menganggap Iran sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap keamanannya.