08 November 2017•Update: 09 November 2017
ISTANBUL
Laporan media Inggris mengklaim Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson akan menghubungi otoritas Iran untuk mengklarifikasi pernyataannya mengenai perempuan Inggris-Iran yang dipenjara Iran.
Nazanin Zaghari-Ratcliffe ditahan di bandara Tehran pada 2016 atas tuduhan upaya menggulingkan pemerintahan. Saat ini ia tengah menjalani hukuman lima tahun penjara, namun hukumannya bisa saja ditambah jika ia dinyatakan bersalah atas tuduhan lain.
Nazanin yang merupakan mantan staf BBC untuk berita internasional mengatakan bahwa ia berada di Iran untuk berlibur dan mengunjungi kerabatnya.
Pada 1 November, di hadapan komite parlemen Inggris, Johnson mengatakan bahwa Nazanin "hanya mengajarkan jurnalisme ke orang-orang".
Pernyataan tersebut mengundang kecaman dari keluarganya dan atasannya di Inggris.
Lewat pernyataan, CEO Yayasan Thomson Reuters Monique Villa berkata: "Sekali lagi saya mendesak Menteri Luar Negeri Boris Johnson untuk segera memperbaiki kesalahan yang dilakukannya di Komite Urusan Luar Negeri di Parlemen".
"Ia menyebut Nazanin memberikan pelatihan pada jurnalis di Iran. Saya segera mengklarifikasi bahwa hal tesebut salah. Nazanin bukan seorang jurnalis dan tidak pernah melatih jurnalis di Yayasan Thomson Reuters," tegas Villa.
Ia juga menambahkan, "Seperti suaminya, Richard Ratcliffe, saya juga mengecam perlakuan Iran terhadap Nazanin, yang menyeret Nazanin ke pengadilan pada 4 November dan menudingnya menyebarkan propaganda untuk melawan rezim".
Menurut Villa, Nazanin dimanfaatkan sebagai alat tawar-menawar dalam perundingan antara pemerintah Iran dan Inggris.