Ekip
14 Oktober 2018•Update: 15 Oktober 2018
Ismihan Ozguven dan Ibrahim Erikan
ADANA, Turki
Pembebasan pendeta AS pada Jumat tidak disebabkan oleh tekanan dari luar tetapi merupakan hasil pengadilan independen Turki, ujar juru bicara partai penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) pada Sabtu.
"Meskipun terdapat pemaksaan dan ancaman" atas kasus ini, "tidak ada satupun institusi Republik Turki termasuk kepresidenan “mengambil tindakan apa pun atas kasus Andrew Brunson berdasarkan tekanan, Omer Celik mengatakan kepada wartawan di selatan provinsi Adana.
“Pada tahap ini, proses peradilan telah selesai,” dia menambahkan.
Dia menolak dengan keras kritik yang mengklaim Brunson bebas karena adanya tekanan dari luar, mengatakan kritik tersebut “tidak mengikuti proses dengan baik.”
Brunson ditahan pada Desember 2016 dan dituduh di wilayah Aegean, provinsi Izmir karena menjadi anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang gagal awal 2016.
Setelah beralih dari penjara menuju tahanan rumah Juli lalu, Brunson pada Jumat dijatuhi hukuman lebih dari 3 tahun, tapi dia dibebaskan karena masa penahanan selesai dan perilaku baiknya selama di tahanan.
Tuduhan terhadapanya termasuk menjadi mata-mata untuk FETO dan PKK, kelompok teroris yang diakui sebagai teroris oleh AS dan UE yang bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang di Turki, termasuk wanita dan anak-anak.
-- Hilangnya Jurnalis Arab Saudi
Pada penyelidikan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi pada 2 Oktober setelah memasuki Kondulat Jenderal di Istanbul, Celik mengatakan: “"Ada klaim yang sangat spekulatif atas pembunuhan seorang wartawan yang dihormati."
“Ada fokus pada beberapa nama, semuanya adalah klaim, semuanya akan diselidiki secara menyeluruh," tambahnya.
Dia mengatakan bahwa membunuh jurnalis adalah tindakan yang tidak dapat dimaafkan dan tidak dapat ditutup-tutupi, dia memperingatkan bahwa jika ini terjadi, "konsekuensinya pasti akan serius."
Pada hari yang sama dengan kedatangan Khashoggi di konsulat, 15 warga Arab Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan menggunakan 2 pesawat dan mengunjungi konsulat saat Khashoggi juga berada di dalam, ujar sumber kepolisian. Semua orang yang teridentifikasi telah meninggalkan Turki.
Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan yang terang mengenai nasib Khashoggi, sementara beberapa negara–khususnya Turki, A.S. dan Inggris—mendesak agar kasus tersebut diselesaikan secepatnya.