Maria Elisa Hospita
25 Mei 2018•Update: 25 Mei 2018
Godfrey Olukya
ARU, Republik Demokratik Kongo
Sejak 8 Mei, sedikitnya delapan orang telah meninggal dunia karena virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC).
Pejabat Departemen Kesehatan Publik, Faustin Legu, pada Kamis mengatakan, "Sampai hari ini, sebanyak 58 kasus penyakit diidentifikasi sebagai demam berdarah, dan 30 kasus dikonfirmasi sebagai Ebola di Provinsi Equateur."
Dia menambahkan bahwa kementerian telah membentuk tim pengawas di sepanjang sungai Kongo untuk memantau orang-orang yang datang ke sana.
Kementerian juga membantah kabar bahwa sejumlah warga di ibu kota terinfeksi oleh Ebola.
''Setelah melakukan uji klinis dan epidemiologi kepada pasien yang diduga terinfeksi Ebola di kota Kinsasha, hasilnya negatif. Tidak ada yang perlu dihawatirkan di Kinshasa," jelas Legu.
Pada 8 Mei, kasus Ebola dilaporkan di desa Bikoro, dekat kota Mbadbaka. Sejak itu, para pejabat kesehatan berdatangan ke wilayah tersebut untuk menanggulangi penyakit mematikan itu.
Kampanye vaksinasi Ebola di DRC digelar pada 21 Mei dan memprioritaskan warga yang tinggal di sekitar pasien yang terinfeksi.
Ini bukan pertama kalinya Ebola menyerang DRC.
Pada 2012, empat pasien meninggal dunia karena Ebola. Dua tahun kemudian, 49 jiwa tewas, dan pada 2017 sebanyak empat orang.