Chandni
14 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Godfrey Olukya
ARU, Republik Demokratik Kongo
Dua turis Inggris yang diculik pada Jumat di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah dibebaskan, menurut pihak berwenang setempat dan pihak Inggris.
Kedua wisatawan itu diculik saat mengunjungi Taman Nasional Virunga untuk melihat habitat gorila. Penculikan itu terjadi di dekat desa Kibati, sebelah utara Goma, Kivu Utara.
Seorang petugas keamanan di Kivu Utara, Letnan Juma Mbongo, mengatakan kepada Anadolu Agency kedua turis itu sudah dibebaskan.
''Saya menerima informasi mengenai dua turis Inggris yang telah dibebaskan. Saya belum mendapatkan rinciannya namun bisa memastikan mereka sudah dibebaskan,'' kata Mbongo.
Seorang penjaga keamanan area taman, Rachel Makissa Baraka, tewas dalam insiden penculikan itu ketika mencoba menghentikan pelaku.
"Saya senang mengabarkan dua warga negara Inggris yang disandera di Republik Demokratik Kongo telah dibebaskan," kata menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson, dalam sebuah pernyataan.
"Saya berterima kasih kepada pihak DRC dan Lembaga Konservasi Alam Kongo untuk bantuan mereka yang tak kenal lelah menangani kasus mengerikan ini.
"Kami berbela sungkawa kepada keluarga petugas Virunga Park, Rachel Makissa Baraka, yang dibunuh dalam insiden penculikan itu."
Penculikan dan pembunuhan orang asing oleh milisi sering terjadi di DRC. Bulan Maret lalu, dua staf PBB diculik dan dibunuh, sementara beberapa pendeta Katolik juga mengalami penculikan.