31 Agustus 2017•Update: 31 Agustus 2017
Wasim Saif al-Din
BEIRUT
Presiden Lebanon Michel Aoun, Rabu, mengumumkan kemerdekaan negaranya atas terorisme, setelah operasi militer 10 hari melawan teroris Daesh di dekat perbatasan Suriah.
Komandan militer Lebanon Joseph Aoun secara resmi mengumumkan keberhasilan Operasi Militer Lebanon Fajr al-Juroud.
Ia menjelaskan operasi yang dilancarkan pertama kali pada pekan lalu sebagai “titik kemenangan atas terorisme, sehingga berhasil mengusir Daesh dari kota-kota perbatasan Ras Baalebek dan al-Qaa”.
Dalam konferensi pers yang digelar di Beirut bersama dengan komandan militer dan Menteri Pertahanan Yacoub Sarraf, Presiden Aoun mengucapkan selamat kepada militer atas pencapaian mereka dan sebagai penghormatan untuk “para martir yang gugur dalam operasi”.
Pada 19 Agustus, tentara Lebanon melancarkan kampanye berskala luas untuk menggempur teroris Daesh dari wilayah pegunungan dekat perbatasan Suriah.
Menurut pejabat Lebanon, 6 tentara tewas dalam pertempuran tersebut – dan 17 lainnya luka-luka – sementara puluhan pejuang Daesh terbunuh.