31 Agustus 2017•Update: 03 September 2017
Dildar Baykan
ANKARA
Video yang dirilis di media sosial, Rabu, mengungkapkan kesaksian saksi mata mengenai kekejaman yang dialami warga Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.
Dalam sebuah video wawancara yang dirilis di situs Arakan Times, seorang pria Rohingya menggambarkan apa yang terjadi selama operasi militer Myanmar.
“Mereka [tentara] menembak mati saudara laki-laki dan perempuan, istri, tiga anak, ibu, dan keponakan saya... Saat itu saya tengah mengambil barang-barang saya. Tuhan telah menyelamatkan saya,” ungkapnya.
“Saya melihat mereka [tentara] membakar keluarga saya setelah menembak mati mereka,” tambahnya.
Aksi kekerasan mengerikan terhadap seorang anak kecil yang tewas setelah berupaya melarikan diri tampak dalam video milik Anadolu Agency.
Rekaman juga menunjukkan warga Rohingya yang tengah melarikan diri melintasi sungai besar, membawa barang apa pun yang bisa diselamatkan. Selain itu, sekelompok warga, termasuk anak-anak, juga tampak berdoa secara massal.
Serangan mematikan di pos-pos perbatasan di negara bagian Rakhine, barat Myanmar, terjadi pada Jumat. Laporan media menyebutkan, Pasukan keamanan Myanmar telah melakukan kekerasan dan menyerang desa orang-orang Rohingya dengan mortir dan senapan mesin, mengakibatkan ribuan warga kehilangan rumah.
Konflik antara umat Buddha dan Muslim di wilayah itu dimulai sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.