Maria Elisa Hospita
14 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Jaksa Agung Sudan menuding mantan presiden Omar Al-Bashir terlibat dalam pembunuhan demonstran selama unjuk rasa sebelum militer menggulingkan eks kepala negara itu.
Sebuah pernyataan dari Kejaksaan Agung yang dirilis pada Senin menyebutkan Bashir dituntut dalam kasus Dr. Babikir Abdul Hamid yang meninggal dunia Januari lalu.
Komite Pusat Dokter Sudan menyebutkan delapan demonstran cedera dalam bentrokan dengan milisi Rapid Support Forces (RSF) yang mendukung Angkatan Darat Sudan.
Kelompok dokter pun mengkonfirmasi korban luka selama bentrokan di depan markas Tentara Nasional Sudan.
Bentrokan terjadi sejak Senin di sekitar area unjuk rasa.
"Tentara dan RSF telah menyerang kami dan menggunakan kekerasan untuk mengacaukan barikade di jembatan Kober dan Blue Nile serta jalan Nil dan sekitar Universitas Khartoum," ungkap seorang pengunjuk rasa kepada Anadolu Agency.
Demonstran terus melakukan unjuk rasa sejak Bashir dicopot dari jabatannya pada 11 April.
Mereka menuntut penyerahan kekuasaan dari dewan militer ke otoritas sipil.