Muhammad Abdullah Azzam
29 Agustus 2020•Update: 30 Agustus 2020
Firdevs Bulut Kartal
ANKARA
Menteri pertahanan Turki dan sejawatnya dari Inggris pada Jumat berbincang melalui telepon tentang perkembangan terkini di Mediterania Timur dan Libya.
Hulusi Akar dan Ben Wallace berdiskusi di tengah meningkatnya ketegangan di Mediterania Timur antara Turki dan Yunani.
Mengenai sengketa batas maritim di Mediterania Timur, Akar pada Kamis menekankan bahwa Turki tidak akan merebut tanah atau laut siapa pun, tetapi pada saat yang sama, Turki juga tidak akan mengizinkan serangan apa pun di wilayahnya.
Turki sudah lama menentang upaya berbagai negara untuk mengecualikannya dari wilayah maritim yang sah dan melarangnya menjelajahi sumber daya energi di wilayah tersebut, meski memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania Timur.
Turki dan Libya menandatangani kesepakatan penting November lalu yang mengatur batas maritim antara kedua negara.
Pemerintah Libya yang diakui secara internasional diserang oleh pasukan jenderal Khalifa Haftar sejak April 2019, dengan lebih dari 1.000 tewas dalam insiden kekerasan.
Dengan dukungan Turki, pemerintah Libya baru-baru ini membalikkan keadaan melawan pasukan Haftar.