03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Tevfik Durul and Fuat Kabakci
BEIJING
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menekankan pentingnya hubungan keamanan dengan Beijing pada Kamis.
Dia mengunjungi Tiongkok sebelum melakukan perjalanan ke Filipina, di mana dia akan menghadiri pertemuan ASEAN di Manila.
"Kami melihat keamanan Tiongkok sebagai keamanan kami," katanya dalam sebuah konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. "Kami tidak mengizinkan tindakan negatif terhadap Tiongkok di negara atau wilayah kami."
Kunjungan Cavusoglu menyusul kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Mei, di mana dia bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dan menghadiri pertemuan proyek One Belt, One Road, bertujuan meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan global melalui pembangunan infrastruktur.
Itu merupakan pertemuan keempat antara Erdogan dan Xi sejak 2015.
Turki juga ingin meningkatkan hubungan di bidang pendidikan, pariwisata dan budaya, tambah Cavusoglu. "Kami berharap angka turis Tiongkok akan meningkat," katanya. "Kami ingin agar 3 juta dari 100 juta turis [Tiongkok] yang berwisata ke luar negeri setiap tahun datang ke Turki."
Produksi pertanian menyumbang terbanyak pada kenaikan perdagangan antar kedua negara itu, tambah Cavusoglu, karena Turki terus melakukan negosiasi dengan Tiongkok dan Shanghai Cooperation Organization.
Setelah Tiongkok, Cavusoglu akan ke Manila untuk bertemu menteri luar negeri dari 26 negara di KTT ASEAN.
Meskipun bukan anggota ASEAN, Turki menjalin hubungan dengan perserikatan negara-negara Asia Tenggara itu pada 1999, menghadiri KTT perama pada 2013 dan telah mengajukan untuk bermitra dengan ASEAN.