26 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia (MUI) malam ini menyelenggarakan Anugerah Syiar Ramadhan 2017 di Balai Sarbini Jakarta untuk siaran program televisi berkualitas selama bulan suci tersebut.
Pada bulan Ramadhan tahun ini, MUI dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama mengawasi tayangan televisi Indonesia dan menilai apakah tayangan tersebut memiliki nilai religi, edukasi, dan rekreasi. Sebab tayangan bermutu seperti itulah yang dapat membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih cerdas, beradab, dan berbudaya. Terlebih nilai keagamaaan pun dapat membimbing manusia dalam berbangsa dan bernegara dengan baik.
Acara puncak dari Milad MUI ke-42 ini akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Sebelum acara penghargaan dimulai, MUI juga mengadakan serangkaian kegiatan lainnya yang bertujuan mengokohkan integrasi nilai keagamaan dalam konteks kebangsaan.
"Acara diawali dengan penyelenggaraan Focus Group Discussion [FGD] tentang arus baru ekonomi syariah, bersama dengan Bank Indonesia, dan dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional [DSN]. MUI bekerja sama dengan Bank Indonesia pada Senin ini,” ujar Ketua MUI Bidang Informasi Masduki Baidlowi di Jakarta, Rabu.
Tak hanya itu, MUI juga mengundang ratusan peneliti, akademisi, dan pengkaji masalah peran MUI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ke acara International Islamic Conference on Fatwa Studies.
"Acara ini diikuti oleh 150 akademisi yang meneliti tentang fatwa dan perannya dalam kehidupan berbangsa. Kami ingin memperoleh masukan sekaligus dapat berdiskusi dari berbagai perspektif,” kata Sekretafis Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh.