Alex Jensen
24 Januari 2018•Update: 24 Januari 2018
Alex Jensen
SEOUL
Seoul merayakan pencapaian diplomatik sebelum perhelatan Olimpiade Musim Dingin bulan depan dan siap menyambut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Korea Selatan.
Hanya dua pekan sebelum turnamen PyeongChang 2018, Tokyo mengekesampingan pertikaian antara kedua negara itu pada Rabu untuk menepis rumor bahwa Abe akan memboikot Olimpiade.
Kedutaan Besar Jepang di Seoul merilis pernyataan yang kemudian dikonfirmasi oleh Korea Selatan.
"Pemerintah kami menyambut baik pernyataan Jepang mengenai kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe ke Korea Selatan," kata Juru Bicara Kepresidenan Park Soo-hyan kepada wartawan, seperti dilansir kantor berita Yonhap.
Park mengatakan Seoul berharap bisa "bekerja sama dengan pemerintah Jepang agar kunjungan Abe ke Korea Selatan bisa membuka jalan untuk mengembangkan hubungan antara kedua negara itu."
Kehadiran Abe di turnamen itu meningkatkan harapan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan kesuksesan pendekatan dua sisi terhadap hubungan antar-negara.
Sejak menjabat pada Mei lalu, Moon sering mengkritik kesepakatan Seoul-Tokyo 2015 yang berencana memberikan kompensasi pada perempuan-perempuan Korea Selatan yang dijadikan budak seks oleh pasukan militer Jepang. Dia mengatakan perjanjian itu buruk karena tidak mendengarkan pendapat para perempuan itu, namun pemimpin Korea Selatan itu juga ingin memiliki hubungan baik dengan Jepang.
Selain itu, kunjungan Abe ke acara Olimpiade Musim Dingin juga mendukung keinginan Seoul untuk meningkatkan kerjasama regional, menyusul persetujuan Korea Utara untuk ikut serta turnamen itu.