Maria Elisa Hospita
14 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Konferensi media internasional selama dua hari mulai digelar pada Minggu, di Islamabad, Pakistan.
Konferensi yang diselenggarakan Associated Press Pakistan ini bertajuk "Media Pakistan: Peluang dan Tantangan".
Konferensi itu diresmikan oleh Menteri Federal dan untuk Informasi dan Penyiaran Marriyum Aurangzeb dan Penasihat Perdana Menteri Keamanan Nasional Letnan Jenderal Naseer Khan Janjua.
Representatif kantor berita dari 20 negara, termasuk Turki, Tiongkok, Arab Saudi, Azerbaijan, Bahrain, Mesir, Yunani, Indonesia, Iran, Lebanon, Oman, Qatar, Rumania, dan Sudan mengikuti konferensi itu. Faruk Tokat, Editor-in-Chief International News dari Anadolu Agency hadir sebagai perwakilan Turki.
Aurangzeb menyambut para delegasi dan mengatakan bahwa konferensi itu akan mempererat hubungan antar negara.
Menurut dia, parlemen Pakistan telah menyetujui undang-undang yang memastikan akses ke informasi tentang departemen publik, untuk mendorong jurnalisme independen.
"Media kami kebanyakan berfokus pada berita politik dan yang terkait dengan teror, sementara berita sosial dan pembangunan terabaikan. Menurut saya, tren ini harus diubah," tegas Aurangzeb.
Dalam konferensi, para delegasi membahas tantangan saat ini yang dihadapi oleh wartawan di seluruh dunia dan menyajikan opini dan saran tentang cara mengatasinya.
Sementara itu, Janjua mengkritik media Barat karena menggambarkan Pakistan sebagai negara Muslim yang tidak berpendirian, dan menyebutnya sebagai propaganda.
"Pakistan telah berhasil mengalahkan terorisme dan memulihkan perdamaian," kata dia, seraya menambahkan bahwa Pakistan memiliki masa depan yang cerah.