16 Oktober 2017•Update: 17 Oktober 2017
Ayhan Simsek
BERLIN
Partai konservatif di Austria, Partai Rakyat Austria (OVP) memenangkan pemilu pada Minggu, namun gagal memperoleh mayoritas di parlemen. Meskipun demikian perolehan mereka itu membuka jalan untuk adanya koalisi partai-partai sayap kanan di Austria.
Partai yang dipimpin oleh politisi muda Sebastian Kurz, 31 tahun, OVP yang berideologi tengah-kanan menang jauh dengan 31,6 persen suara dibandingkan rival mereka, Partai Sosial Demokrat (SPO). Empat tahun lalu, OVP hanya mampu meraih 24 persen.
SPO yang mengusung Kanselir Christian Kern berhasil meraih suara terbanyak kedua dengan perolehan 26,9 persen suara, menang tipis dari partai FPO kanan ekstrem dengan 26 persen suara.
Kurz pada Minggu malam mengatakan dia membuka kesempatan dialog dengan semua partai yang masuk parlemen untuk rencana koalisi.
Dia tidak menutup kesempatan berkoalisi dengan FPO, yang memupuk sentimen anti-imigran dan anti-Islam selama kampanye.
Sebuah jajak pendapat oleh lembaga ORF mengatakan 40 persen pemilih OVP lebih mendukung koalisi mereka dengan FPO, dan hanya 18 persen mendukung kerja sama dengan Sosial Demokrat.
Kurz dan partai OVP juga menyoroti isu-isu migrasi dan Islam selama kampanye pemilu, memicu anggapan bahwa mereka cenderung mengarah ke haluan kanan ekstrem guna menarik simpati pemilih.
Hasil penghitungan resmi pemilu Austria akan dirilis pada Kamis setelah menerima suara yang dikirim lewat pos.