Emre Gürkan Abay,Ali Cura
21 Juni 2021•Update: 21 Juni 2021
Ali Cura, Emre Gurkan Abay
YEREVAN
Partai penjabat Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan memenangkan pemilihan parlemen awal dengan 53,92 persen suara.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Armenia, Partai Civil Contract yang dipimpin Pashinyan unggul dalam pemilihan yang digelar pada Minggu.
Aliansi Armenia yang dibentuk mantan presiden Robert Kocharian berada di urutan kedua dengan 21,1 persen suara.
Menurut hasil itu, partai Pashinyan kekurangan 0,08 persen suara untuk mencapai ambang batas 54 persen untuk membentuk pemerintahan sendiri.
Aliansi I Have Honor, yang diusung oleh mantan presiden dan perdana menteri Serzh Sargsyan, memperoleh 5,23 persen suara dan memasuki parlemen.
Jumlah pemilih dalam pemilihan parlemen itu adalah 49,4 persen.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Aliansi Armenia mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakui hasil pemilu untuk saat ini.
Selama penghitungan suara sedang berlangsung, Pashinyan mengumumkan di Facebook bahwa ia akan memulai negosiasi "sehat" dengan semua kekuatan politik.
Sebanyak 26 gerakan politik bersaing dalam pemilihan itu memperebutkan jabatan yang kosong sejak Pashinyan mengundurkan diri dari jabatan perdana menterinya pada 25 April.
Sebanyak 22 partai politik, bersama dengan empat aliansi, berpartisipasi dalam pemilihan untuk mendapatkan suara dari lebih dari 2,58 juta orang.
Pengunduran diri Pashinyan terjadi setelah kekalahan militernya tahun lalu di wilayah Karabakh.
Perang selama enam minggu antara Armenia dan Azerbaijan berakhir dengan gencatan senjata yang diperantarai Rusia pada 10 November.
Hubungan antara dua bekas pecahan Republik Uni Soviet, Armenia dan Azerbaijan, tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, yang juga dikenal sebagai Upper Karabakh, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.
*Ditulis oleh Sena Guler di Ankara