12 September 2017•Update: 13 September 2017
Bayram Altug
JENEWA
Lebih dari 310.000 Muslim Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh sejak 25 Agustus, kata juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Senin.
Juru bicara UNHCR Duniya Aslam Khan mengatakan kepada Anadolu Agency di Jenewa bahwa jumlah Muslim Rohingya yang telah menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh kini mencapai 310.000 jiwa.
Senin, Komisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia PBB Zeid Ra’ad al Hussein meminta pemerintah Myanmar menghentikan “operasi keamanan brutal” di wilayah berpenduduk Muslim tersebut.
Ia menyebut operasi keamanan di negara bagian Rakhine, Myanmar sebagai “contoh nyata pembersihan etnis”.
Jerman: Myanmar, Suu Kyi harus memenuhi tanggung jawab
Pemerintah Jerman telah meminta Myanmar untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan menghentikan tragedi kemanusiaan yang terjadi atas kaum minoritas di Myanmar.
Juru bicara Konselor Angela Merkel, Steffen Seibert menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Rakhine, Myanmar, saat konferensi pers di Berlin, Senin.
“Kami meminta pemerintah Myanmar untuk memenuhi tanggung jawab mereka atas seluruh warganya. Kami juga mengharapkan hal ini dari peraih Nobel Perdamaian dan State Counselor Aung San Suu Kyi,” tegasnya.
Seibert juga telah meminta semua pihak untuk mengambil langkah-langkah damai.
Sementara itu, Amerika Serikat juga menyatakan keprihatinannya atas krisis yang tengah berlangsung di Myanmar.
“Kami meminta pihak berwenang Myanmar untuk menghormati aturan-aturan hukum, menghentikan kekerasan, dan mengakhiri pengungsian warga sipil dari semua kelompok. Kami juga mendesak pasukan keamanan untuk bekerja sama dengan pemerintah terpilih dalam mengimplementasikan rekomendasi-rekomendasi Komisi Rakhine,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders dalam sebuah pernyataan.
Sanders juga mengapresiasi upaya Bangladesh yang telah memfasilitasi bantuan kemanusiaan.
PBB menyebut kaum Rohingya sebagai kaum yang paling teraniaya di dunia, yang telah menderita akibat sejumlah serangan sejak kekerasan komunal terjadi pada 2012 yang menewaskan puluhan jiwa.
Oktober lalu, pasukan keamanan Myanmar melancarkan operasi di Distrik Maungdaw, Rakhine, selama lima bulan, yang menurut perwakilan Rohingya telah menewaskan 400 jiwa.
PBB mencatat adanya kejahatan kemanusiaan, termasuk pemerkosaan massal, pembunuhan – terhadap bayi dan anak-anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa oleh pasukan keamanan selama operasi tersebut.
Kekerasan di Rakhine baru-baru ini terjadi karena pasukan keamanan melancarkan operasi atas kaum Rohingya.
Bangladesh saat ini telah menampung sekitar 400.000 pengungsi Rohingya.
*Dilaporkan oleh Michael Hernandez dari Washington