Chandni
07 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Fatih Erel
GENEVA
Komisi PBB untuk Suriah pada Selasa memulai investigasi terhadap serangan-serangan gas klorin di Idlib dan Ghouta Timur.
Paulo Pinheiro, ketua Komisi Penyelidikan Independen Internasional untuk Suriah, mengatakan telah menerima sejumlah laporan mengenai penggunaan bom dengan kandungan klorin yang digunakan di Saraqib, Idlib dan Douma, Ghouta Timur.
Dia mengatakan komisinya sedang mempelajari laporan-laporan itu.
"Sejak awal tahun, meningkatnya kekerasan di Idlib berimbas pada jumlah pengungsi, dengan laporan terakhir menunjukkan terdapat hingga seperempat juta warga yang melarikan diri dari kekerasan," kata Pinheiro.
Pihak-pihak yang terlibat konflik ini melanggar hukum kemanusiaan internasional.
"Apa yang terjadi di Ghouta Timur bukan hanya krisis kemanusiaan karena pemblokiran bantuan, namun pengepungan itu juga termasuk kejahatan internasional karena adanya pengeboman tak terarah dan sengaja mengakibatkan warga kelaparan," terangnya.
PBB serukan gencatan senjata
PBB pada Selasa memohon agar semua pihak di Suriah melakukan gencatan senjata selama setidaknya satu bulan agar warga Suriah bisa menerima bantuan kemanusiaan dan melakukan evakuasi medis.
"Tim bantuan kemanusiaan PBB di Suriah memperingatkan akan terjadi dampak yang sangat buruk menyusul adanya krisis kemanusiaan di sejumlah titik," kata Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB melalui sebuah pernyataan.
Fran Equiza, representatif UNICEF di Suriah mengatakan bahwa anak-anak di sana "menjadi korban karena kekerasan yang meningkat di Ghouta Timur".
Setidaknya ada 120 anak-anak yang harus dievakuasi medis secara darurat, kata Equiza.
Ghouta Timur terletak di Damaskus dan memiliki sekitar 400.000 penduduk. Wilayah itu dikepung pasukan rezim selama lima tahun terakhir.
Dalam delapan bulan terakhir, rezim Assad mengencangkan cengkraman mereka di kawasan itu, memblokir kiriman makanan dan obat-obatan, dan membiarkan warga sakit-sakitan.
Selama sebulan terakhir, pasukan rezim diduga meluncurkan tiga serangan gas terhadap Ghouta Timur.