Maria Elisa Hospita
07 Februari 2018•Update: 08 Februari 2018
Parach Mach
JUBA, Sudan Selatan
Ratusan warga Sudan Selatan turun ke jalanan ibu kota Juba pada Selasa, untuk memprotes keputusan Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan embargo senjata ke pemerintah dan pemberontak, jika mereka terus-menerus mengganggu upaya penyelesaian perang sipil yang telah berlangsung selama empat tahun.
Para demonstran bergerak menuju Kedutaan Besar AS untuk menyuarakan protes mereka. Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh berbagai kelompok pemuda, termasuk Gerakan Pemuda Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan.
Wartawan Amerika yang bekerja untuk Associated Press (AP) Sam Mednick juga diserang massa ketika dia meliput demonstrasi. Wartawan tersebut kemudian diselamatkan oleh penjaga perdamaian PBB dan polisi setempat setelah sempat dipukuli dan tidak sadarkan diri.
Pemerintah Sudan Selatan pada Minggu mengatakan bahwa AS bukan mitra mereka setelah memulangkan utusan Sudan Selatan untuk Washington kembali ke Juba.
Jumat lalu, AS mulai memberlakukan embargo senjata di Sudan Selatan, dengan menegaskan bahwa pemerintah dan oposisi telah menghabiskan banyak uang untuk perang, namun tidak mengupayakan perdamaian dan pembangunan.
Pihak-pihak yang bertikai di Sudan Selatan telah menghadiri forum perdamaian internasional di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, sebagai upaya terakhir untuk memadamkan konflik yang dimulai pada Desember 2013, yang telah merenggut puluhan ribu nyawa.
Lebih dari empat juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, sebagian besar ke negara-negara tetangga Afrika Timur, sementara 4,8 juta orang menderita kelaparan.