Chandni
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
"Pihak berwenang lokal" terus memblokir jalan keluar warga sipil yang ingin meninggalkan kawasan Afrin di Suriah, kata PBB pada Senin, merujuk pada teroris YPG/PKK.
PBB tidak memiliki komunikasi langsung dengan mereka dan ingin memastikan penduduk setempat bebas bergerak, kata Stephane Dujarric, juru bicara PBB.
Dujarric menambahkan sekitar 5.000 warga sipil berhasil meninggalkan kawasan utara Suriah.
Wakil Koordinator PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat Mark Lowcock sebelumnya mengatakan warga yang ingin meninggalkan Afrin terus dicegat di sejumlah titik keluar. Perjalanan mereka ke tempat yang lebih aman pun dipersulit oleh teroris PYD/PKK.
Pada 20 Januari lalu Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.