Maria Elisa Hospita
14 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Walid Abdullah
TRIPOLI
Militer pemerintah Libya yang didukung PBB mengeluarkan peringatan bahwa setiap upaya serangan ke Kota Sirte di Libya Utara akan menghasilkan "deklarasi perang" dan konsekuensi akhirnya adalah "bencana".
Peringatan itu dikeluarkan oleh Mohamed al-Ghosri, juru bicara Pasukan Al-Bunyan al-Marsous yang berbasis di Tripoli, yang terus memperingatkan agar tidak melibatkan Sirte dalam konflik baru.
Pekan lalu, Al-Bunyan al-Marsous memperketat penjagaan mereka setelah "pasukan musuh" terdeteksi berada di dekat Sirte, yang terletak sekitar 450 kilometer dari tenggara Tripoli.
Pada saat itu, al-Ghosri telah mengidentifikasi "pasukan musuh" sebagai kelompok pendukung Khalifa Haftar, seorang komandan militer yang berafiliasi dengan pemerintah oposisi yang berbasis di Kota Al-Bayda di Libya timur.
Menurut al-Ghosri, Sirte terbilang aman sejak Pasukan Al-Bunyan al-Marsous membebaskan kota itu dari kelompok teroris Daesh pada 2016.
Awal pekan ini, aktivis setempat memposting rekaman video yang menunjukkan keberadaan pasukan pro-Haftar dekat pintu masuk selatan Kota Sirte.
Libya masih dilanda gejolak kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan kematian Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing - satu di Al-Bayda (berafiliasi dengan Haftar) dan satu lagi di Tripoli.