Muhammad Abdullah Azzam
13 Maret 2021•Update: 14 Maret 2021
Sarp Ozer
ADANA, Turki
Pendekatan Kairo baru-baru ini di Mediterania Timur menguntungkan Mesir dan Turki serta negara-negara lain di kawasan itu, kata menteri pertahanan Turki pada Jumat.
"Ini adalah langkah yang sangat berharga dan penting untuk perdamaian dan stabilitas regional bahwa Mesir menghormati batas-batas yurisdiksi maritim Turki yang dilaporkan ke PBB," kata Menhan Hulusi Akar pada upacara militer di provinsi Adana selatan.
Agustus lalu, Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial, menolak isyarat niat baik Turki untuk menghentikan eksplorasi.
Awal bulan ini, Akar mengatakan Turki mempertimbangkan untuk membahas perjanjian dengan Mesir di bawah batas yurisdiksi maritim yang dinyatakan negara itu kepada PBB.
Berbicara tentang dukungan AS kepada kelompok teror YPG/PKK, menteri pertahanan mengatakan AS harus bekerja sama dengan Turki, anggota NATO, daripada bekerja sama dengan kelompok teror tersebut.
"Kami rasa tidak tepat bagi AS untuk mendukung YPG, yang tidak berbeda dengan organisasi teroris PKK, dengan dalih memerangi Daesh," sebut dia.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.
Pembicaraan dengan Yunani
Akar mengatakan Turki melanjutkan pembicaraan eksplorasi dengan Yunani.
"Terlepas dari semua pendekatan konstruktif kami, sayangnya, kami juga menemukan beberapa pernyataan negatif, tindakan dan pelecehan," ungkap dia.
"Bahasa dan pelecehan yang mengancam ini tidak dapat diterima dan tidak berkontribusi untuk memecahkan masalah apa pun, tutur Akar, menambahkan upaya persenjataan Yunani yang sia-sia akan menimbulkan kerugian besar bagi rakyat Yunani.
Dia menggarisbawahi bahwa upaya Yunani untuk mengubah masalahnya dengan Turki menjadi masalah Turki-UE atau Turki-AS akan sia-sia, dan dia juga mengatakan hubungan bertetangga yang baik sangat penting dan Turki tidak memiliki rancangan pada hak atau tanah siapa pun, tetapi tidak akan pernah berkompromi pada haknya.
Turki berjuang tidak hanya untuk keselamatannya sendiri, tetapi juga memperjuangkan keselamatan negara-negara saudara dan sahabat, seperti Azerbaijan dan Libya, tambah dia.
Pembicaraan eksplorasi antara Turki dan Yunani untuk menemukan penyelesaian yang adil dan setara untuk masalah-masalah di Laut Aegea dimulai pada 2002.
Setelah putaran ke-60 pada Maret 2016, Athena menangguhkan pembicaraan tersebut.
Sebelumnya pembicaraan tersebut telah digelar di Istanbul pada 25 Januari.
Putaran pembicaraan konsultatif berikutnya akan diadakan di Athena pada 16-17 Maret dan akan berfokus pada perselisihan bilateral, termasuk perbatasan laut dan hak pengeboran di kawasan itu.