Askin Kiyagan
16 Maret 2023•Update: 17 Maret 2023
WINA
Sekitar 2,5 ton uranium alami yang disimpan di sebuah situs di Libya hilang, kata inspektur nuklir PBB.
Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan kepada negara anggota organisasi bahwa inspektur melaporkan 10 drum berisi konsentrat bijih uranium telah hilang.
"Hilangnya pengetahuan tentang lokasi bahan nuklir saat ini dapat menimbulkan risiko radiologi serta masalah keamanan nuklir," menurut pernyataan dari kepala IAEA.
Dikatakan bahwa situasi tersebut harus segera ditangani dan penyelidikan harus dimulai.
IAEA siap memberikan bantuan yang diperlukan dalam hal ini untuk penerapan standar keselamatan nuklir internasional dan pedoman keselamatan nuklir