Diyar Guldogan
16 Maret 2023•Update: 20 Maret 2023
ANKARA
Organisasi Negara Berbahasa Turki (OTS) termasuk yang pertama memberikan bantuan setelah gempa bumi mematikan pada 6 Februari di selatan Turkiye, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Kamis.
"Kami meminta bantuan internasional. Organisasi negara ini termasuk yang pertama membantu. Anda tidak meninggalkan kami sendirian di saat tersulit kami.” ujar dia.
"Bangsa kita tercinta tidak akan pernah melupakan dukungan Anda," kata Erdogan pada pidato pembukaan KTT luar biasa para pemimpin OTS di kompleks kepresidenan di ibu kota Ankara.
Pada 6 Februari, gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6 melanda 11 provinsi — Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Elazig, Hatay, Gaziantep, Kahramanmaras, Kilis, Malatya, Osmaniye, dan Sanliurfa yang merenggut nyawa hampir 50.000 orang.
Lebih dari 13,5 juta orang di Turkiye terkena dampak gempa dahsyat tersebut, serta banyak lainnya di Suriah utara.
"Kami sekali lagi akan menunjukkan pada tingkat tertinggi bahwa dunia Turki bersatu hati dan bersatu," lanjut Erdogan.
Dalam pertemuan bertema Manajemen Darurat Bencana dan Bantuan Kemanusiaan, para pemimpin akan menguraikan kerja sama multilateral dan mekanisme koordinasi dalam memerangi bencana.
Pertemuan ini juga mengadakan konsultasi tentang tantangan terkini di kawasan.
OTS, sebelumnya disebut Dewan Turki, adalah organisasi internasional yang terdiri dari negara-negara berbahasa Turki independen terkemuka yang bekerja sama untuk meningkatkan hubungan dan persatuan di antara mereka sendiri.
Anggotanya adalah Turkiye, Azerbaijan, Kazakstan, Kyrgyzstan, dan Uzbekistan, sementara negara Uni Eropa Hungaria, Turkmenistan, dan TRNC merupakan negara pengamat.