Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 September 2018•Update: 04 September 2018
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Para demonstran yang marah memblokir jalan raya utama provinsi Basra di selatan Irak pada Minggu, sebagai bagian dari tekanan pada pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja dan menyelesaikan masalah-masalah sipil, menurut seorang petugas polisi setempat.
"Puluhan pengunjuk rasa berkumpul di pintu masuk utama ladang minyak Nahr Bin Omar," kata Letnan Polisi Jamil al-Khafaji kepada Anadolu Agency.
Tidak ada bentrokan yang dilaporkan antara demonstran dan pasukan keamanan.
Tareq al-Ali, salah satu pengunjuk rasa, mengatakan para demonstran datang untuk mengajukan tuntutan lapangan pekerjaan kepada pengelola ladang minyak.
Sementara itu, sejumlah demonstran memblokir jalan utama di Garmat Ali, Basra utara, di mana polisi berusaha membubarkan mereka dan membuka kembali jalan, kata seorang sumber kepolisian kepada Anadolu Agency.
Sekitar 80 persen dari keseluruhan ekspor minyak mentah Irak berasal dari ladang minyak di provinsi Basra.
Selama bertahun-tahun, penduduk Basra mengeluh bahwa warga negara asing, yang bukan penduduk setempat, dipekerjakan oleh sektor energi domestik.
Mereka juga mengeluhkan seringnya listrik mati di tengah suhu musim panas yang sering mencapai 50 derajat Celcius.
Sejak 9 Juli, provinsi itu dan provinsi-provinsi mayoritas syiah lain di selatan dan tengah, telah menyaksikan protes yang terus berlangsung yang telah menyebar ke ibu kota Baghdad.
Demonstran menuntut peningkatan layanan publik seperti air dan listrik, lebih banyak peluang kerja dan pemberantasan korupsi di pemerintahan.