Wassim Seifeddine
06 Desember 2017•Update: 06 Desember 2017
Wassim Seifeddine
BEIRUT
Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri pada Selasa resmi mencabut pengunduran dirinya dan mendeklarasikan keinginan pemerintahnya untuk menghindari turut campur dalam urusan negara lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Hariri setelah menghadiri pertemuan Kabinet yang dipimpin Presiden Michel Aoun, yang digelar untuk menemukan solusi atas krisis politik Lebanon yang sedang berlangsung.
Hariri mengatakan bahwa pemerintah Lebanon "tidak akan terseret dalam perselisihan, pertarungan, ataupun perang" dan menahan diri untuk tidak melibatkan diri dalam urusan domestik negara-negara Arab lainnya.
Ia juga menekankan komitmen Lebanon terhadap perjanjian Taif Accord, yang ditandatangani antar kekuatan politik Lebanon pada 1989, sekaligus menyoroti "identitas Arab" Lebanon.
"Kami tetap berkomitmen pada piagam pendiri Liga Arab, di mana kami akan terus mengusahakan kebijakan luar negeri independen yang didasarkan pada kepentingan nasional Lebanon dan penghormatan terhadap hukum internasional," tegas Hariri.
Pada 4 November, Hariri mendadak mengumumkan pengunduran dirinya lewat siaran televisi Arab Saudi, yang dianggap sebagai pelindung politik utama Hariri.
Hariri menetap di Riyadh selama lebih dari dua pekan sebelum akhirnya kembali ke Lebanon - lewat Prancis - pada 21 November.