Mahmoud Mohamed Barakat
13 April 2021•Update: 13 April 2021
ANKARA
Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Dbeibeh pada Senin menekankan keinginan negara untuk meningkatkan hubungan dengan Turki untuk menjadi contoh positif yang pantas dalam menjalankan hubungan dengan Libya.
Berbicara pada konferensi pers di ibu kota Turki bersama Presiden Recep Tayyip Erdogan, Dbeibeh menekankan bahwa pertemuan pada hari Senin dengan para pejabat Turki sangat penting, karena ini merupakan awal kerja komite strategis bersama antara dua negara bersaudara yang berbagi banyak kesamaan.
"Kami ingin meningkatkan hubungan strategis berdasarkan kepentingan dengan semua negara sahabat dan tetangga, terutama negara saudara dan tetangga Turki," kata Dbeibeh.
Dalam pertemuan pada hari pertama kunjungan resminya, PM Libya mengatakan kedua negara menekankan pentingnya melindungi kedaulatan Libya, kemerdekaan, integritas teritorial, dan kesatuan politik, sosial dan ekonomi.
Dia juga menggarisbawahi bahwa penghormatan terhadap kedaulatan Libya adalah dasar hubungan negaranya dengan negara lain.
"Kami sangat senang dengan dukungan yang ditunjukkan oleh Turki untuk bekerja sama dalam rangka menyelenggarakan pemilu tepat waktu dan memastikan bahwa masalah di Libya dapat diselesaikan melalui metode politik dengan kerangka kerja yang diketahui," kata Dbeibeh, mengacu pada pemilihan yang ditetapkan pada 24 Desember mendatang.
"Kami menekankan pentingnya peran Turki dalam menerapkan gencatan senjata yang permanen dan berkelanjutan," tutur dia.
Dbeibeh juga mengungkapkan harapan negaranya untuk bekerja sama dengan Turki dalam reformasi keamanan dan memerangi terorisme serta kejahatan lintas batas.
“Berkenaan dengan perjanjian yang ditandatangani antara kedua negara, terutama pakta maritim, kami mengkonfirmasi keberlangsungan perjanjian ini dan kedua negara mencapai kepentingan bersama,” tegas Dbeibeh, merujuk secara khusus pakta November 2019 tentang batas laut kedua negara.
Dia mengatakan Libya mendorong dialog Mediterania di mana negara-negara kawasan terkait membahas pencapaian kepentingan bersama.
"Libya menunggu pekerjaan besar dalam rekonstruksi dan pembangunan, dan menyambut semua perusahaan Turki dan perusahaan dari negara-negara sahabat dan saudara untuk berkontribusi dalam masalah ini," sebut dia.
"Tentu saja, perusahaan Turki akan menjadi yang paling penting dari perusahaan-perusahaan ini karena pengalaman panjang mereka bekerja di Libya, dan kami akan bekerja untuk mengatasi segala kendala dalam hal ini," ucap PM Libya.
Dbeibeh juga mengatakan kedua negara menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama di sektor energi dan keduanya telah mencapai kesepakatan untuk melanjutkan penerbangan maskapai nasional Turki Turkish Airlines ke Libya.
Penguatan kerja sama di bidang kesehatan juga menjadi salah satu topik yang dibahas, khususnya dalam penanggulangan pandemi, tukas dia.