Muhammad Abdullah Azzam
10 Maret 2021•Update: 12 Maret 2021
Muhammad Artimah
TRIPOLI, Libya
Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Dbeibeh pada Selasa mengatakan perjanjian maritim antara Turki dan Libya di Mediterania Timur adalah untuk kepentingan negaranya.
Pernyataan dari Dbeibeh ini muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang kesepakatan tersebut dalam sidang parlemen yang diadakan di Sirte untuk mosi percaya pada pemerintahan sementara baru yang dipimpin oleh Dbeibeh.
"Perjanjian Libya-Turki di Mediterania timur adalah untuk kepentingan negara Libya," ujar Dbeibeh.
"Libya telah memperoleh bagian yang bagus dari haknya atas gas [alam] setelah perjanjian itu,” tekan dia.
Pada 27 November 2019, pemerintah Libya yang diakui secara internasional menandatangani perjanjian kerja sama keamanan dan perbatasan laut dengan Turki.
Dbeibeh tiba di Sirte pada Senin untuk mempresentasikan garis besar proyeksi menteri kepada DPR, yang mencakup 26 jabatan menteri, selain enam menteri negara.
Pada 5 Februari, Forum untuk Dialog Politik memilih otoritas eksekutif terpadu yang tugas utamanya adalah mempersiapkan pemilihan presiden dan parlemen pada 24 Desember tahun ini.
Warga Libya berharap langkah ini akan mengakhiri konflik bersenjata selama bertahun-tahun di negara kaya minyak itu.