Chandni
08 Maret 2018•Update: 09 Maret 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia "secara spesifik menjadi target" pada kasus keracunan akhir pekan lalu, kata polisi Inggris pada Rabu.
Sebuah pernyataan dari Polisi Metropolitan mengatakan mereka "bisa memastikan gejala-gejala yang dialami korban menunjukkan adanya zat kimia".
"Tes-tes yang kami lakukan menunjukkan zat apa yang digunakan," bunyi pernyataan itu, tanpa menjelaskan bahan apa yang digunakan pelaku.
Selain itu, satu orang polisi yang datang ke lokasi juga berada dalam kondisi serius dan menjalani perawatan intensif.
Sergei Skripal, 66 tahun, dan Yulia, 33 tahun, dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku taman di kota Salisbury, Inggris.
Skripal diberikan suaka oleh Inggris dalam program pertukaran mata-mata antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia pada 2010. Dia pernah dinyatakan bersalah atas tuntutan "pengkhianatan luar biasa dalam bentuk spionase" oleh pengadilan Moskow pada 2006 dan dijatuhkan hukuman 13 tahun penjara.
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan penyelidikan masih berlangsung hingga saat ini. Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan terlalu dini untuk berspekulasi, tapi akan "mencatat kemiripan kasus ini dengan kematian mantan agen KGB Alexander Litvinenko pada 2006."
Litvinenko meninggal dunia karena keracunan zat radioaktif pada 2006 setelah meneguk teh yang mengandung polonium-210, di sebuah hotel di London.
Pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan tidak memiliki informasi mengenai insiden Skripal ini.