Astudestra
27 Agustus 2017•Update: 28 Agustus 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Polisi berkata pada Sabtu, insiden di dekat Buckingham Palace pada hari Jumat yang melibatkan seorang pengemudi pria menghentikan mobil di depan van polisi kini diselidiki sebagai insiden terorisme.
Polisi Metropolitan London berkata tiga orang petugas polisi luka-luka saat proses meringkus pria yang tiba-tiba mengeluarkan pedang sepanjang 122 cm, ketika para polisi mencoba menginvestigasi alasan pria tersebut secara sengaja mengemudi ke arah van polisi dan berhenti mendadak di depannya.
“Saat mereka menghampiri sopir tersebut, yang merupakan satu-satunya penumpang di dalam mobil itu, dia mengeluarkan pedang sepanjang 122 cm yang tadinya diletakkan di bawah kursi penumpang bagian depan,” kata polisi dalam pernyataannya.
“Pria tersebut, yang diketahui berusia 26 tahun dan berasal dari daerah Luton, langsung ditahan di tempat dengan tuduhan mengakibatkan luka berat terhadap orang lain dan tindakan kekerasan kepada polisi,” lanjutnya.
“Dia kemudian ditahan dengan Undang-Undang Terorisme 2000 dan detektif dari Metropolitan Polisi Pasukan Kontra Terorisme kini memimpin proses investigasi kasus ini,” sebut pernyataan itu.
“Kami yakin pria ini melakukan aksi sendirian dan saat ini kami tidak mencari tersangka lain,” Komandan Dean Hayton, kepala Pasukan Kontra-Terorisme MET, berkata.
“Walaupun kami tidak bisa berspekulasi apa tujuan pria tersebut – yang akan ditentukan setelah investigasi – lebih baik jika kami menyelidiki kasus ini sebagai insiden terorisme,” tambahnya.
“Sekaligus sebagai peringatan kalau ancaman terorisme di Inggris masih sangat berbahaya,” bilang Haydon.
Lebih dari 35 orang kehilangan nyawa dan belasan lainnya luka-luka dalam serangan teroris di London dan Manchester pada 2017.