Yusuf Ozcan
PARIS
Pengunjuk rasa Rompi Kuning turun ke jalan di Paris dan beberapa kota lainnya pada Sabtu dalam.
Aksi demonstrasi ini telah memasuki minggu ke-8 untuk menentang biaya hidup yang tinggi.
Aksi di jalanan yang semulah berjalan damai berubah menjadi kekerasan pada siang hari saat para pengunjuk rasa melempar batu ke arah polisi huru-hara yang menghadang di jembatan Sungai Seine.
Polisi menggunakan gas air mata untuk menghadang para pengunjuk rasa yang mencoba menggapai Dewan Nasional.
Satu perahu sungai dan beberapa kendaraan di Boulevard Saint-Germain dibakar oleh massa.
Bentrokan juga terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa di sebelah barat kota Nantes.
Setidaknya satu orang mengalami luka-luka serius dalam aksi ini.
Menurut kepolisian, 25.000 orang ikut dalam aksi demonstrasi di seluruh negeri yang 3.500 di antaranya berada di Paris.
Akibat demosntrasi ini, polisi menahan 18 pengunjuk rasa.
Protes Rompi Kuning
Protes Yellow Vest, yang dimulai sebagai reaksi atas kenaikan pajak bahan bakar oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, terus berlanjut meskipun ada keputusan dari pemerintah untuk menghentikannya.
Sejak 17 November, ribuan pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning cerah - dijuluki Rompi Kuning - telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk ibukota Paris, untuk memprotes kenaikan pajak dan memburuknya situasi ekonomi di Prancis.
Pengunjuk rasa melakukan aksi dengan menghalangi jalan dan menghalangi pintu masuk dan keluar sejumlah SPBU dan pabrik di seluruh negeri.
Pengunjuk rasa, yang pada umumnya tinggal di wilayah pinggiran akibat harga sewa yang tinggi di beberapa kota, telah menyerukan kepada Macron untuk memotong kenaikan pajak bahan bakar dan memulihkan situasi ekonomi.
Di bawah tekanan massa, Macron akhirnya mengumumkan kenaikan upah minimum dan membatalkan kenaikan pajak bahan bakar.
Setidaknya 10 orang tewas lebih serta 1.000 orang luka-luka selama aksi unjuk rasa ini.
Hingga kini tercatat 4.000 orang telah ditahan akibat demonstrasi.