Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Juni 2019•Update: 22 Juni 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Kamis di Gedung Putih, di mana kedua pemimpin membahas sejumlah masalah, termasuk kesepakatan perdagangan Amerika Utara yang baru.
Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Trump dan Trudeau sepakat bahwa Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) yang baru adalah perjanjian bersejarah yang secara dramatis meningkatkan peluang perdagangan yang saling menguntungkan bagi negara-negara Amerika Utara.
Perjanjian tersebut saat ini terhenti di Kongres, di tengah pertempuran antara Partai Republik dan Demokrat, sehingga Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), yang seharusnya diganti dengan USMCA, akan tetap berlaku.
Kedua pemimpin juga membahas kerja sama dalam manajemen perbatasan kedua negara, termasuk perjanjian baru untuk memperluas izin sebelumnya bagi para pelancong di fasilitas-fasilitas imigrasi AS dan Kanada.
Pernyataan itu mengatakan masalah lain yang akan mereka diskusikan adalah penahanan dua warga Kanada oleh China atas tuduhan spionase.
Desember lalu, Kanada menahan Meng Wanzhou, direktur keuangan raksasa telekomunikasi China Huawei, di Vancouver atas permintaan pemerintah AS.
Washington menginginkan Meng diekstradisi atas tuduhan melanggar sanksi AS terhadap Iran dengan melakukan bisnis dengan Teheran.
Sebagai tanggapan, China kemudian menangkap dua warga Kanada - pengusaha Michael Spavor dan mantan diplomat Michael Kovrig - atas tuduhan melakukan kegiatan spionase.
Trump mengatakan kepada wartawan di Kantor Oval bahwa dia akan melakukan apa pun untuk membantu kedua warga Kanada tersebut.