Skip To Content
logo
logo
  • TURKIYE
  • DUNIA
  • ANALISIS
  • EKONOMI
  • BUDAYA
  • TEKNOLOGI & SAINS
Türkçe
English
BHSC
Pусский
Français
العربية
Kurdî
کوردی
Shqip
فارسی
македонски
Bahasa Indonesia
Español
Dunia

Presiden Tunisia minta warga tak berpartisipasi dalam bentrokan

"Jangan ikut arus. Hindari orang-orang yang mendukung kekacauan," kata Kais Saied
1 23
27 Juli 2021•Update: 27 Juli 2021
Presiden Tunisia minta warga tak berpartisipasi dalam bentrokan
Tunisia

Yamina Salmi

TUNIS, Tunisia

Presiden Tunisia Kais Saied meminta warganya tidak mengindahkan seruan kekacauan, di tengah ketegangan di negara itu, menyusul keputusannya memberhentikan perdana menteri dan mengambil alih kekuasaan eksekutif.

"Jangan ikut arus. Hindari orang-orang yang menganjurkan kekacauan," kata Saied selama pertemuannya dengan representatif Dewan Kehakiman Tertinggi, Senin malam.

Dia menyatakan keinginannya untuk "menghormati konstitusi dan menjamin independensi peradilan" selama masa-masa kelam dalam sejarah Tunisia ini.

Pada Minggu, Saied membubarkan pemerintahan Perdana Menteri Hichem Mechichi, membekukan parlemen, dan mengambil alih otoritas eksekutif dengan bantuan perdana menteri baru.

Langkah itu ditolak oleh sebagian besar blok parlemen Tunisia, termasuk Partai Ennahda, Heart of Tunisia, The Dignity Coalition, dan People's Movement.

Dalam pernyataan selanjutnya, Parlemen mengecam keras dan menolak keputusan Saied.

Ketua Parlemen Rached Ghannouchi menggambarkan langkah Saied sebagai "kudeta " atas konstitusi Tunisia, revolusi, dan kebebasan di negara itu.

Ghannouchi, yang juga pemimpin Partai Ennahda, mendesak rakyat Tunisia untuk membela revolusi.

Pada Senin, tentara yang dikerahkan di kompleks parlemen tidak mengizinkan Ghannouchi dan anggota parlemen yang menyertainya memasuki gedung.

Tunisia telah jatuh dalam krisis sejak 16 Januari, ketika Mechichi mengumumkan perombakan kabinet tetapi Saied menolak untuk mengadakan upacara pelantikan menteri baru.

Tunisia dipandang sebagai satu-satunya negara Arab yang berhasil melakukan transisi demokrasi di antara negara-negara Arab lainnya yang juga menyaksikan revolusi rakyat untuk menggulingkan rezim yang berkuasa, termasuk Mesir, Libya, dan Yaman.


*Ditulis oleh Ibrahim Mukhtar di Ankara

related_topics:
tunisiakudetaKais Saiedbentrokanaksi protes
news_share

news_share_descriptionsubscription_contact

subscription
logo

Reporting the Changing World

next-sosyalX/TwitterFacebookYouTubeInstagram

CORPORATE

  • Tim Eksekutif
  • Ruang Pers
  • Kebijakan Cookie
  • Kebijakan Informasi
  • RSS

KOMUNIKASI

  • Kontak Kami
  • Permintaan Langganan

Anadolu Ajansı © 2026

Google PlayApp Store
Sebelumnya
Selanjutnya
Sebelumnya
Liga Arab berharap Tunisia tinggalkan masa-masa sulit

Liga Arab berharap Tunisia tinggalkan masa-masa sulit

Selanjutnya

Varian Delta menyebar, China laporkan lonjakan kasus Covid-19

Varian Delta menyebar, China laporkan lonjakan kasus Covid-19

TERBARU

Kapal Turkiye TCG Alemdar pimpin pencarian 16 korban hilang di lepas pantai Girne

Suami aktivis Turkiye-Amerika Eygi tuntut keadilan atas kematian istrinya

Militer AS tenggelamkan kapal yang diduga dukung perdagangan narkoba

Polisi Israel tembak mati warga Palestina di Yerusalem Timur

Rusia dan China bahas proyek baru pasokan gas melalui Mongolia

Lihat Semua

Berita Terkait

Turki tindak terduga FETO sesuai hukum

Turki tindak terduga FETO sesuai hukum

Turki jelaskan keberadaan sekolah Gullen di luar negeri

Turki jelaskan keberadaan sekolah Gullen di luar negeri

Puluhan ribu terduga FETO kembali bekerja

Puluhan ribu terduga FETO kembali bekerja

4 tahun kudeta, Warga Mesir kenang ketidakadilan

4 tahun kudeta, Warga Mesir kenang ketidakadilan

Hukuman penjara seumur hidup bagi perencana kudeta Turki

Hukuman penjara seumur hidup bagi perencana kudeta Turki

Turki akan selenggarakan simposium internasional kudeta

Turki akan selenggarakan simposium internasional kudeta

1.500 orang petempur Daesh kembali ke Eropa

1.500 orang petempur Daesh kembali ke Eropa

Turki minta AS segera serahkan pemimpin kelompok teror

Turki minta AS segera serahkan pemimpin kelompok teror

Tunisia tuntut UEA minta maaf

Tunisia tuntut UEA minta maaf

Erdogan akhiri kunjungan Afrika dengan sambangi Tunisia

Erdogan akhiri kunjungan Afrika dengan sambangi Tunisia