Astudestra Ajengrastrı
13 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Hanife Sevinc dan Murat Paksoy
ANKARA
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Numan Kurtulmus pada hari Jumat mengatakan perang proksi antara AS dan Rusia adalah "jalan berbahaya" untuk diambil.
Berbicara di Forum Istanbul untuk Jurnalis Arab di Istanbul, Kurtulmus mengatakan, "Saya adalah salah satu dari mereka yang percaya semua masalah, terutama masalah Suriah, akan terpecahkan jika pasukan yang datang dari luar wilayah berhenti membuat keputusan untuk orang-orang di wilayah tersebut."
Kurtulmus mengatakan perang proksi ini dapat menyebabkan "perang besar" di dunia.
“Suriah adalah milik rakyat Suriah. Komunitas internasional berkewajiban untuk memulai proses politik yang demokratis di mana semua pihak di Suriah terlibat,” kata dia.
Kurtulmus juga mengatakan, "Kami mendukung ke arah keputusan bebas untuk rakyat Suriah."
"Tapi saya ingin menyatakan bahwa setiap solusi yang dikenakan pada rakyat Suriah tidak akan menjadi solusi dan tidak akan diterima oleh Turki," tambah Kurtulmus.
Kurtulmus melanjutkan, Turki telah mengembangkan hubungan dekat - meski hubungan ini naik turun - dengan AS sejak 1950-an melalui NATO.
“Hubungan Turki dengan Rusia juga berkembang dengan cara yang sama. Kadang-kadang bagus, kadang-kadang tegang. Hanya dua setengah tahun yang lalu hubungan kami sangat tegang karena kecelakaan pesawat Rusia. Saat ini, kami bekerja sama dalam berbagai bidang, terutama di bidang pariwisata dan energi,” kata dia.
Kurtulmus menekankan bahwa faktor nomor satu yang menentukan kebijakan luar negeri negara adalah "kepentingan nasional".
Dia mengatakan bahwa perbedaan utama antara Turki dan beberapa kepentingan negara lain adalah bahwa kebijakan luar negeri Turki datang melalui "persatuan dan solidaritas" dari komunitas lokal sementara beberapa negara lain datang dengan "membagi, menghancurkan dan menyebarkan" komunitas lokal bahkan lebih.