Astudestra Ajengrastrı
13 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Amir al-Saadi
BAGHDAD
Proses pemungutan suara pada pemilihan umum parlemen pertama Irak sejak pemerintah mengumumkan kemenangan dari kelompok teroris Daesh telah berakhir pada Sabtu, lapor televisi Irak Al Iraqiya.
Tempat pemungutan suara di seluruh negeri, termasuk di ibu kota Baghdad dan wilayah Kurdi Irak utara, ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat (1500 GMT).
Hampir sebanyak 9.000 tempat pemungutan suara dibuka untuk pemilih mulai pukul 07.00 waktu Baghdad (4:00 GMT).
Komisi Pemilihan Tinggi Independen negara itu akan mengumumkan jumlah pemilih di hari yang sama, sementara hasil tidak resmi pemilu diharapkan akan diumumkan dalam dua hari.
Lebih dari 7.000 kandidat bersaing untuk memperebutkan 328 kursi di dewan nasional Irak dalam pemilu pada Sabtu ini.
Sekitar 24 juta warga Irak dari 37 juta penduduk di negara itu terdaftar untuk ambil bagian dalam pemilu.
Ini adalah pemilihan umum pertama sejak Daesh dikalahkan pada akhir tahun lalu setelah menduduki sebagian besar Irak utara dan barat pada 2014. Selama itu juga, Irak berada di bawah bayang-bayang krisis ekonomi, kembalinya ribuan pengungsi, polarisasi politik, dan berbagai masalah keamanan.