Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Mohamed Kursun
TEHERAN
Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu mengatakan Iran menghadapi tekanan ekonomi terbesar sejak revolusi Islam 1979.
"Ini adalah tekanan terbesar pada ekonomi Iran, tetapi kami akan bertahan," kata kantor berita IRNA, mengutip Rouhani dalam pidatonya yang menandai peringatan 40 tahun revolusi Islam.
"Amerika Serikat telah gagal dalam perangnya baru-baru ini melawan Iran dalam bidang politik, hukum, regional, internasional dan psikologis," katanya.
Rouhani mengatakan dirinya yakin AS juga akan gagal dalam perang ekonomi melawan Iran ketika dihadapkan dengan perlawanan rakyat Iran.
Pada 2015, Iran dan kelompok negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman) menandatangani perjanjian penting tentang program nuklir Iran.
Tetapi pada Mei tahun lalu, Presiden Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari kesepakatan sebelum memberlakukan kembali sanksi yang menargetkan sektor perbankan dan energi Iran.
Amerika Serikat telah memberikan pembebasan 180 hari dari sanksi kepada pembeli terbesar minyak Iran, termasuk Turki.