Muhammad Tarhan
11 Januari 2023•Update: 31 Januari 2023
ANKARA
Komisaris hak asasi manusia Rusia dan Ukraina pada Rabu setuju untuk menukarkan lebih dari 40 tahanan setelah bertemu di ibu kota Turkiye.
Tatyana Moskalkova, komisaris hak asasi manusia Rusia, dan Dmitro Lubinets, komisaris hak asasi manusia parlemen Ukraina, bertemu di Ankara dalam konferensi internasional tentang masa depan hak asasi manusia di abad ke-21.
Moskalkova mengatakan mereka merevisi daftar tahanan militer tertentu dan memutuskan untuk membebaskan lebih dari 40 dari mereka.
“Saya meminta bantuan Lubinets untuk mempertemukan kembali orang-orang Ukraina tertentu dengan keluarganya di Rusia. Karena koridor kemanusiaan tidak berfungsi dari waktu ke waktu, mereka yang sakit parah juga memerlukan bantuan ombudsman,” ungkap dia.
Komisaris HAM Rusia menambahkan bahwa kegiatan Komite Palang Merah Internasional juga dibahas, mengatakan Palang Merah membantu mengirimkan surat kepada keluarga para sandera.
"Dengan bantuan tentara dan layanan khusus kami, kami sekarang berusaha menemukan orang-orang yang lokasinya tidak diketahui," tambah dia.
Sementara itu, Lubinets mengatakan Rusia dapat menemukan 22 orang dan mereka sekarang telah kembali ke tanah air mereka.
Moskalkovajuga mengatakan Turkiye adalah salah satu tempat paling cocok dalam hal ini saat ini untuk pertukaran korban luka dan tahanan.
Dia mengatakan setelah pertemuan bahwa meski ada masalah logistik, lebih dari 30 perwakilan dari komunitas ombudsman global telah hadir.
Dia menambahkan bahwa Ketua Parlemen Turkiye Mustafa Sentop bertemu dengannya.
Moskalkova menyatakan bahwa karena tidak ada kontak diplomatik antara Rusia dan Ukraina akibat perang, percakapan dilakukan antara ombudsman Rusia dan Ukraina.
“Kemarin, kami membahas 10 kelompok kepentingan. Misalnya, kami membahas penyediaan dokumen khusus tentang masalah pemberian pensiun kepada rakyat. Tidak ada arsip tentang pekerjaan individual di beberapa tempat, dan catatan ini tidak tersedia; beberapa orang telah meminta restrukturisasi mereka," tukas dia.