Muhammad Abdullah Azzam
27 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Emre Gürkan Abay
MOSKOW
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Mariya Zaharova mengungkapkan bahwa pihaknya mengikuti dari dekat perkembangan di Suriah pasca Amerika Serikat (AS) mengambil keputusan penarikan pasukan dari negara tersebut.
"Kami berkoordinasi dengan Turki dengan baik soal kebijakan luar negeri dan operasi anti-terorisme di Suriah,” ujar Zaharova.
Pada sebuah konferensi pers di ibu kota Moskow, Zaharova memberikan pernyataan terkait keputusan Presiden AS Donald Trump menarik pasukan AS dari Suriah.
Zaharova menekankan bahwa keputusan yang diambil oleh AS itu sangat penting, karena akan berkontribusi untuk penyelesaian krisis di Suriah.
Namun, Zaharova mengaku tak sepenuhnya memahami alasan di balik keputusan tersebut dan kapan pasukan AS akan keluar dari Suriah.
Menurut informasi dari media, AS diperkirakan akan meninggalkan Suriah melalui daerah Al-Tanf dalam kurun waktu 2-3 bulan.
Di sisi lain, para pejabat Amerika telah menjelaskan bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah bukan berarti pasukan koalisi mengakhiri kegiatannya di negara itu, ungkap Zaharova.
“(Pernyataan penarikan pasukan AS itu) Tak memberikan penjelasan yang jelas terkait strategi AS,” tutur Zaharova.